[Review Novel] Goodbye Happiness

Judul: Goodbye Happiness
Penulis: Arini Putri
Jumlah Halamanan: 320 hlm
Ukuran: 13 x 19 cm
Harga: Rp45.000
ISBN: 979-780-593-X

Saya lagi malas nulis panjang-panjang, jadi bikin poin-poin saja ya:

1. Yang saya suka dari novel ini, Arini bisa bikin sebuah tema dan alur yang sebenarnya banyak dipakai (dapat beasiswa ke Korea-diterima jd trainee ent. agency-ditaksirĀ  idol) menjadi sebuah cerita yang cukup manis dan nggak meledak-ledak (seperti beberapa novel lain yang menurut saya terlalu dipaksakan). Good job here^^

2. Meski alurnya terasa lambat tapi Arini cukup pintar membuat pembaca penasaran, terlebih dengan adanya prolog yang bikin penasaran.

3. Di beberapa tempat kurang planting terutama tentang kondisi si cowok, tapi mungkin karena ini 1st POV dari si cewek jadi mungkin memang sengaja tak ditampilkan.

4. Sebelum baca novel ini, saya banyak tahu spoilernya yang mengatakan adanya peterpan syndrom, yang membuat saya secara refleks membayangkan isi ceritanya. Nah, saat isi cerita tak sesuai dengan ekspektasi saya, saya agak kecewa. Bukan berarti alurnya jelek sih^^

5. Banyak typo dan kalimat nggak lengkap yang lumayan bikin gregetan.

Kesimpulannya, 3.5 bintang dari 5 bintang.

Posted in Blog | Leave a comment

My 2012

Dari beberapa hari lalu pengin ngeblog tapi pas udah nyampe di depan laptop jadi bingung mau mulai dari mana T^T.

Baiklaaah, sejak Multiply dikabarkan akan terkubur, udah lama saya nggak mengisi blog (alasan sih…. saya udah nggak nulis blog lamaaaa banget), apalagi yang isinya random talk kayak ini (plus random grammar yang sesuai EYD blas). Tapi ya sudahlah, mari kita mulai saja postingan penuh ke-randoman ini.

Beware of… lots of typos (hohoho).

So, inilah yang terjadi selama tahun 2012.

1. Januari: mendaftar sekolah bahasa di Sungkyunkwan University

2. Februari: Got a really surprised farewell party from my boss and my offices mates. Mulai menulis satu novel yg sampai sekarang belum kelar *sigh

3. Maret: Menjadi mahasiswa di SKKU. Yang nggak pernah kusangka, keputusan untuk pergi ke Korea ternyata sangat tepat. I was really2 blessed with good (and even) great friends, teachers, and experiences! Kalau ada yang sudah baca buku (Not) Alone in Otherland, you know why my 100 days in Korea means a lot to me.

Kalau ada yg memutuskan kmencari pengalaman ke negeri ginseng dan bahkan ke SKKU, semoga kalian mendapatkan pengalaman semenyenangkan yang kualami :)

4. April: Pertama kali mengikuti tur SeoulMate

5. Mei: My final exam in SKKU. Thx God I passed (apalagi mengingat malasnya saya dalam bejalar^^). SeoulMate is You terbit

6. Juni: Went to Seoul Book Fair

7. July: Sadly, I decided to go back to Indonesia. Menjadi juri untuk Korean Story Contest 2012

8. Agustus:Menulis konsep awal (Not) Alone in Otherland

9. September: Menulis novel untuk Hi!Kwangdae Penerbit Haru. Bulan Desember 2012, naskah ini sudah direvisi, semoga saja segera mendapat ACC penerbit.

Seoul Cinderella (edisi revisi) terbit.

10.Oktober: Mulai menulis Oppa&I Love Missions bersama Orizuka. Mulai kursus Film Making di Cikarang. And then again, I really really enjoy meeting a good friends there. Too bad the course was only 2 months. Miss them already^^.

11. November: Making my very first short movie ‘Update Status’. Besides film making, I learn alot about team work.

(Not) Alone in Otherland terbit

12. Desember: Oppa&I Love Missions terbit.

Begitulah kilas balik tahun 2012 saya yang sangat berkesan bagi saya. Hopefullu, 2013 will be a better year. I already planned lots of trips… hohoho…^^

NB: This blog needs new header >.<. Masih males menghias2.

Posted in Blog | Leave a comment

Bidadari-Bidadari Surga

Saya menonton film ini karena nama besar Tere Liye, novelis yang lebih sering disangka berjenis kelamin perempuan. Beliau adalah penulis novel Bidadari-Bidadari Surga yang diadaptasi untuk film ini. Saya sudah sering mendengar nama Tere Liye dan karyanya selalu dikaitkan dengan kisah yang menyentuh dan uraian air mata. Berhubung saya agak malas membaca, maka ketika tahu film dari salah satu novel beliau akan tayang di bioskop (lagi, sebelumnya ada Hafalah Shalat Delisha yang sudah difilmkan juga).

Bidadari-bidadari Surga mengisahkan tentang Laisa (Nirina Zubir), seorang kakak dari 4 orang (Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta). Laisa digambarkan sebagai wanita berkulit hitam, gempal dan terlihat dekil sedang keempat adiknya berkulit putih dengan paras menarik (Nino Fernandez, Nadine Chandrawinata, henidar Amroe, dan Rizky Hanggono–> semua bertampang indo nih^^).

Karena penampilan fisiknya yang tidak cantik, Laisa pun sulit sekali mendapatkan jodoh, apalagi ia memiliki adik-adik dengan wajah bak pangeran dan putri sehingga ia sering sekali diolok-olok. Itulah inti cerita film ini, mencarikan jodoh bagi Laisa. Namun sorot utama film ini adalah pengorbanan seorang kakak.

Ini sedikit pendapat saya tentang film ini:”

1. Saya kagum dengan kemampuan Nirina Zubir yang bisa berubah menjadi Laisa, terutama cara jalannya yang sedikit membungkuk dan kaki membuka.

2. Saya agak terganggu dengan adegan harimau di hutan. Pada adegan ini, pencahayaan dan kontinuitasnya terlihat lumayan jomplang. Terlihat jelas kalau si harimau hanya mengambil stok video entah dari mana, apalagi sama sekali tak ada gambar wide shot antara harimau dengan tokoh yang lain. Tapi saya maklum sih, selain ngeri juga kalau syuting dengan harimau, mungkin juga biayanya mahal.

3. Film diawali dengan sebuah animasi pendek, sayangnya gerakannya tidak terlalu bagus (si manusia hanya mulut saja yang bergerak, tidak ada ‘antisipasi’ gerakan, dan beberapa prinsip animasi tidak diterapkan). Well, I’m not an expert tapi pernah tahu sedikit tentang animasi. Dan sebenarnya memang animasi ini tidak perlu terlalu bagus karena hanya sebagai pendukung cerita

4. Saya belum pernah baca novelnya, jadi saya sedikit bingung apa nama tempat tinggal mereka. Setelah googling saya tahu namanya adalah Lembah Lahambay, tapi di mana tempatnya saya sama sekali buta. Kalau seandainya ditambahkan sedikit info tentang ini pasti penonton lebih mengerti :) . Oiya dan tidak ada logat daerah khusus, mungkin lembah itu di dekat Jakarta(?) atau memang tak ada logat.

5. Cerita film ini sebenarnya sederhana, tapi memang sangat menyentuh. Absolutely a tearjerking movie. Dan banyak sekali pelajaran yang bisa didapat di dalamnya. No wonder novelnya termasuk bestselling novel di Indonesia

Posted in Blog | Tagged | Leave a comment